Jumat, 09 September 2011

Wajah Demokrasi Indonesia

Pameran senirupa “Gank Demokrasi” di Galeri Surabaya, Kompleks Balai Pemuda, Jalan Gubernur Suryo 15 Surabaya, 30 Maret-5 April 2009, turut mewarnai hiruk pikuk pekan terakhir masa kampanye parpol peserta pemilu. Pameran yang digagas oleh sejumlah seniman gabungan dari Kota Surabaya dan Malang ini diikuti oleh perupa Bambang AW, Sugeng “Klemins” Pribadi, David Sugiarto, Didik Mojo, Erik Wileam, fotografer Peter Wang dan kelompok seniman video art ‘Docnet’. Sebagian besar karya mereka memotret peristiwa demokrasi di Indonesia, khususnya yang terjadi pasca reformasi 1998.

Erik Wiliem misalnya, lewat dua karyanya, “Cinta Itu Tak ada” dan “Living on the Jet Plane”, mencoba mengungkap tentang upaya penegakan hukum dan HAM di negeri ini yang penuh liku yang menjadi bagian dari ranah demokrasi di Indonesia. Dua karya tersebut yang semuanya dibikin menggunakan media oil on canvas dan digital print berukuran besar itu di-display jadi satu secara berdampingan lalu diberi pita garis polisi menyilang bertuliskan: “Don’t Cross”.

Tema kampanye parpol tampaknya menjadi inspirasi terbesar bagi sebagian perupa lainnya dalam pameran bertajuk “Gank Demokrasi” ini.

Maklumlah, barangkali masa kampanye parpol untuk Pemilu tahun ini masanya tergolong panjang. Belum lagi fenomena Pilkada yang cukup semarak setiap tahunnya digelar silih berganti di berbagai daerah. n HN

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Sponsor